scroll icon

Retargeting vs Remarketing

24-Mar-2021

Pengunjung website biasanya hanya 2% yang melakukan pembelian pada saat kunjungan pertama mereka, sebanyak 98% sisanya hanya melihat-lihat produk atau hanya mengecek promo yang sedang berjalan. Selain itu, mereka bisa saja sudah memasukkan produk ke keranjang belanjaan saja, tetapi tidak melanjutkan ke pembayarannya. Sehingga conversion rate kamu akan menjadi kecil jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung, oleh karena itu perlu dilakukan retargeting dan remarketing

Retargeting merupakan taktik untuk melakukan pendekatan kembali dengan pengunjung yang sudah berinteraksi di website kamu, tetapi belum melakukan pembelian. Strategi ini dilakukan dengan menampilkan iklan dari brand kamu di berbagai website, sosial media hingga aplikasi. 

Remarketing merupakan proses untuk menghubungi konsumen kamu untuk meningkatkan lagi niat untuk membelinya. Umumnya, remarketing dijalankan dengan mengirimkan email yang relevan sesuai dengan pembelian atau tindakan konsumen sebelumnya. Kamu harus menyiapkan email list terlebih dahulu agar dapat menjalankan taktik ini. Contoh remarketing adalah memberitahukan promo atau diskon pada produk yang relevan dengan pembeliannya di masa lalu, mengingatkan kepada konsumen kalau masih ada barang yang tertinggal di keranjang belanjaan yang kemungkinan konsumen lupa atau ada urusan mendadak saat hendak melanjutkan transaksi. 

Sebelum memilih melakukan antara retargeting atau remarketing, kamu harus memahami jika keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu mendekati calon customer yang telah tertarik dengan brand kamu untuk melakukan pembelian, namun yang berbeda terletak pada cara untuk mewujudkan tujuannya. 

Retargeting memanfaatkan iklan berbayar yang nanti akan muncul di berbagai website, sosial media maupun aplikasi. Sedangkan remarketing menggunakan email untuk merayu calon konsumen atau mantan konsumen kamu. Ketika ingin memutuskan apa yang ingin kamu gunakan, pastikan itu sesuai dengan kebutuhan brand kamu sehingga apa yang kamu lakukan sampai ke target kamu. 

Retargeting dapat kamu gunakan jika kamu ingin mendapatkan konsumen baru, website kamu memiliki traffic yang besar tetapi conversion rate nya kecil, dan kamu tidak memiliki email list konsumen kamu. Jika kamu ingin berfokus untuk mempertahankan konsumen, memiliki budget terbatas, dan sudah memiliki email list konsumen potensial maka kamu dapat menggunakan Remarketing untuk brand kamu. Keduanya sama-sama digunakan untuk meningkatkan conversion rate hanya tinggal disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi bisnis kamu.

share

let's create something
awesome together
start now