scroll icon

Membangun Infrastruktur Digital Indonesia

04-Dec-2019

Dalam satu dekade terakhir tingkat konektivitas Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan yaitu sudah lebih dari 60% masyarakat Indonesia menggunakan smartphone untuk kegiatan sehari-harinya, dan saat ini Indonesia berada di peringkat 38 dalam hal keterjangkauan broadband menurut penilaian forum ekonomi dunia. Peringkat tersebut menunjukkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan kecepatan broadband terendah di ASEAN, penyebabnya karena banyak daerah pedesaan di Indonesia yang masih belum memiliki akses ke internet yang memiliki kecepatan tinggi.

Memasuki era revolusi generasi keempat, Indonesia turut serta mendukung penerapan revolusi generasi keempat dengan cara melakukan pembangunan infrastruktur digital di kota-kota besar dan juga di pedesaan yang ada di Indonesia. Langkah untuk merealisasikan dukungan terhadap penerapan revolusi generasi keempat ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah dengan swasta, terutama mengenai perkembangan teknologi.

Menurut Menperin, di era revolusi generasi keempat ini beberapa pabrikan sudah jauh lebih maju karena tidak hanya menggunakan mesin untuk aktivitasnya tetapi juga menggunakan Internet of Things (IoT) atau kecerdasan buatan yang menjadi ciri khas dari industri revolusi 4.0. Menteri Airlangga menyebutkan dengan keunggulan yang dimiliki Indonesia, potensi dan peluang yang dimiliki Indonesia untuk bertransformasi ke arah ekonomi digital sangat kuat dan diyakini produktivitas akan meningkat hingga 2 kali lipat. Saat ini terdapat lima sektor industri manufaktur yang tengah dipacu sebagai pionir revolusi industri 4.0 di Indonesia yaitu, industri otomotif, elektronika, kimia, tekstil, pakaian serta makanan dan minuman. 

share

let's create something
awesome together
start now