scroll icon

Industri 4.0

23-Aug-2019

Industri 4.0 yang mengacu pada revolusi teknologi saat ini sedang ramai diperbincangkan karena dampak yang dirasakan oleh masyarakat semakin terasa dengan semakin pesatnya pertumbuhan digital saat ini. Namun sebenarnya perkembangan teknologi dan digital sudah terjadi sejak lama, dengan semakin mudahnya masyarakat memenuhi kebutuhannya saat ini membuat banyak perusahaan yang mulai tutup karena persaingan yang terjadi pada industri 4.0 ini.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah terjadi sejak tahun 1750, saat itu terjadi revolusi industri 1.0 yang mana tenaga manusia digantikan dengan kehadiran mesin salah satu contohnya adalah penemuan mesin uap pada abad 80-an. Setelah penemuan mesin uap terjadi perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, pertambangan, transportasi dan teknologi, perubahan pada revolusi ini berhasil meningkatan pendapatan ekonomi negara-negara di dunia. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, terjadi revolusi industri kedua atau yang dikenal dengan Revolusi Teknologi.

Revolusi Teknologi ditandai dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, yang menghasilkan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (combustionchamber) serta ditandai dengan munculnya para ilmuan modern seperti Albert Einstein, Nikola Tesla, Thomas Alfa Edison dan Niels Bohr. Penemuan tersebut memicu kemunculan lain pada bidang ilmu pengetahuan seperti pesawat telepon, mobil dan pesawat terbang. Pada era ini secara beriringan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi, berkembang juga ilmu management yang ditandai dengan adanya pembagian kerja yang membuat para pekerja menjadi lebih efisiensi dan efektivitas dalam menyelesaikan tugasnya masing-masing. Pada akhir abad ke-20 muncul teknologi digital dan internet yang menandai dimulainya revolusi industri 3.0.

Industri 3.0 atau dapat disebut dengan revolusi digital. Berbeda dengan revolusi teknologi yang menemukan mesin-mesin seperti mobil dan pesawat, revolusi ini mengkompresi atau memperkecil jarak antara ruang dan waktu yang membuat ruang dan waktu tidak lagi berjarak. Pada revolusi ketiga ini semakin banyak perusahaan yang menggunakan teknologi baru diperusahaannya, namun ada hal yang perlu diperhatikan dengan semakin canggihnya mesin maka lapangan kerja manusia menjadi sedikit karena perusahaan akan menggunakan mesin yang jauh lebih menguntungkan. Dengan menggunakan mesin perusahaan memiliki pengeluaran yang lebih sedikit, mesin juga dapat menghasilkan produk lebih banyak dibandingkan dengan hasil kerja tenaga manusia. Setelah tidak ada lagi jarak antara ruang dan waktu, pada awal abad ke-21 muncullah industri 4.0 yang menghilangkan sekat-sekat antara dunia fisik, digital dan biologi.

Industri 4.0 adalah perubahan yang terjadi secara besar-besaran di berbagai kehidupan manusia dengan menggunakan teknologi cerdas. Sama hal nya dengan revolusi sebelum nya, revolusi 4.0 juga merupakan cara untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di seluruh dunia dengan memanfaatkan teknologi baru seperti teknologi nano, Internet of things (IoT), printer 3D dan kendaraan tanpa awak. Namun ada hal yang harus diperhatikan, pada era Industri 4.0 perusahaan yang sudah lama berdiri maupun perusahaan yang sudah besar sekalipun harus tetap mengikuti perkembangan yang terjadi. Jika tidak dapat mengikuti perkembangan yang terjadi dapat menyebabkan perusahaan tutup. Kunci dalam menghadapi industri 4.0 adalah perusahaan harus lincah dan cepat beradaptasi dengan semua perkembangan yang terjadi secara cepat.

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin pesat membuat banyak perusahaan yang harus selalu peka terhadap perubahan sekitar yang secara cepat berubah salah satu bukti perubahan yang sangat terasa oleh masyarakat adalah tenaga manusia dan hewan mulai digantikan oleh mesin, menyebabkan banyak manusia yang tidak memiliki pekerjaan. Munculnya Industri 4.0 memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

share

let's create something
awesome together
start now